Header Ads


MIRIS, Kasus LGBT Semakin Marak Di Kebumen Melibatkan Pelajar

Rizal Gusri Ketua KP3AI Jateng
KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Angka pelaku penyimpangan seksual atau  LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) di kabupaten Kebumen sudah mencapai jumlah sekitar 1000an orang, bahkan diperkirakan bisa mencapai 2 kali lipat.

Para pelaku seks menyimpang seksual tersebut diduga mempunyai komunitas tersendiri dan group yg sangat tertutup, bahkan diduga cukup banyak melibatkan kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA di Kebumen.

Mereka biasanya berkumpul secara rutin dan nongkrong di suatu tempat yang telah mereka sepakati dan sering berpindah tempat serta memiliki "kode" atau tanda/simbol tertentu untuk memudahkan komunikasi serta menunjukkan sebagai anggota komunitas LGBT serta sekaligus sebagai sarana untuk merekrut anggota baru pelaku seks menyimpang, biasanya dalam bentuk warna atau desain gambar yang ada pada baju pakaian/jaket, warna cat rambut, seperti yang diungkapkan oleh beberapa sumber terpercaya dan telah membuktikan dengan melakukan penelusuran/ investigasi.

Diantara fakta tentang semakin maraknya komunitas LBGT di Kebumen diperoleh dari pengakuan langsung dari pelaku, pengaduan masyarakat yang diterima P3AI seperti dari orang tua yang anaknya pelajar digoda oleh pelaku homoseksual melalui media sosial facebook kemudian berlanjut komunikasi pribadi via messenger dengan cara membujuk dan merayu yang juga dilengkapi dengan memamerkan foto bentuk tubuh, biasanya berwajah tampan dan bertubuh atletis, juga didapat dari pemberitaan kasus tersebut yang sebelumnya pernah dimuat melalui beberapa media cetak dan online lokal di Kebumen.

Fenomena tentang pelaku seks menyimpang tersebut, faktanya ibarat gunung es, hanya sedikit yang ketahuan dan muncul dipermukaan, namun sangat banyak yang belum terungkap di tengah-tengah masyarakat.

Perlu perhatian serius dari pemerintah daerah dan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk mengantisipasi dan mengawasi lingkungan dan pergaulan anak-anaknya.

Kasus pesta seks LGBT di Jakarta beberapa kali terungkap dan diproses hukum, di Garut Jawa Barat terungkap group facebook LGBT melibatkan kalangan pelajar dan telah mencapai angka 2500 orang lebih, di Tasikmalaya 1500 orang lebih, di Yogyakarta juga mencapai angka ribuan dan mungkin juga terjadi di daerah lainnya.

Perlu terus digalakkan aksi dan kampanye preventif dalam bentuk kegiatan sosialisasi secara massiv ke sekolah-sekolah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa, tentang akibat perilaku buruk seks menyimpang, seks bebas, dengan cara memberikan pendidikan seks, penyuluhan kesehatan reproduksi, aksi pencegahan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual, menambah jam belajar tentang pendidikan karakter dan terus mendorong mengamalkan ajaran agama.

P3AI Kebumen sudah sering melakukan kegiatan sosialisasi yang berhubungan dengan hal tersebut ke desa-desa dan sekolah-sekolah, dengan cara swadaya yang tentu masih kurang optimal karena tidak memiliki anggaran dan kurang mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah setempat khususnya dari instansi terkait, narasumber sosialisasi selama ini adalah dari Relawan P3AI Kebumen yang berasal dari berbagai unsur seperti aktivis/ pemerhati, ahli hukum, pendidik, psikolog, dll.

Rizal Gusri
Ketua Umum P3AI
(Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia)
Powered by Blogger.