Header Ads


Sekolah ASWAJA IPNU IPPNU PAC Sempor

SEMPOR, Kebumenonnews.com - Memahami Islam yang benar dan berpucuk kepada keteladanan Nabi, butuh piranti metodologi. Memerlukan teknis (kaifiyah), perantara (washilah) dan cara (manhaj) yang sahih agar menangkap substansi Islam yang sesungguhnya.Tidak mungkin memahami Islam secara menyeluruh tanpa menyertakan Aswaja sebagai metodologi, termasuk studi Islam hanya mengedepankan pendekatan kepada al-quran dan hadits. Apalagi, mengkaji kedua sumber utama itupun butuh metodologi. Di sinilah makna Aswaja, melalui Aswaja diperoleh pemahaman yang utuh mengenai Islam. Maka Sekolah Aswaja menjawab, mengapa dibutuhkan Aswaja untuk memahami Islam ?

ASWAJA secara terminologis diberi pengertian yang NU itu sendiri dimaknai. Sebagai "Islam yang dalam teologi mengikuti al-Asy'ariyah dan al-Maturidiyah, dalam fiqh-nya berpegang kepada madzhab empat dan dalam akhlak-tasawwuf merujuk kepada al-Baghdadi dan Junaid al-baghdadi. Melalui sandaran hadits, muncul ta'rif Aswaja sebagai "faham yang mengikuti Nabi dan sahabat". Juga, "mereka yang berpegang teguh kepada sunnah Nabi dan al-khukafau al-rasyidun". Belakangan menyembul Aswaja sebagai "kelompok yang memiliki metode berpikir keagamaan dalam berbagai aspek dan dibingkai karakter tawassut, tawazun, ta'adul dan tasamuh". Maka Sekolah Aswaja menjawab, apa denifisi Aswaja ?

KENDATI pengertian Aswaja belum disebut secara eksplisit, namun jika yang dimaksudkan substansinya, Aswaja ada pada masa Nabi. Pendapat lain, embrionya beriringan muncul Syi'ah, Khawarij, Murji'ah dan diikuti Mu'tazilah dan Ahlussunnah. Aswaja kemudian ditautkan dengan Abu Hasan al Asy'ari, yang semula Mu'tazilah. Walau sudah ada "al sunnah", "ahlu al-haq wa al-din wa al-jama'ah", namun belum muncul sebutan Aswaja. Aswaja sebagai faham baru diperkenalkan oleh pengikut Asy'ari seperti al Baqilani, al Baghdadi, al Juwaini, al Ghazali, al Syahrastani, al Razi. Hanya saja, Aswaja barulah ditemui pada pendapat al Zabidi (w 1205 H), "idza uthliqa Ahlussunnah falmuradu bihi al Asyariyah wa al Maturidiyah". Maka Sekolah Aswaja menjawab,, kapan Aswaja lahir ?

TIDAK mungkin memahami Islam tanpa menyertakan Aswaja sebagai metodologi-nya. Karena Aswaja gugusan pemikiran keagamaan yang sudah matang dan memiliki mata rantai hingga Nabi. Artinya, mengendarai Aswaja mengantarkan kepada pemahaman Islam yang historis, Islam yang dinamis dan berdialog dengan rupa rupa zaman. Maka Sekolah Aswaja menjawab, apa keunggulan Aswaja sebagai metodologi ?

KARAKTER Aswaja yang tawassut, tawazun, ta'adul dan tasamuh menjadikan wajah Islam yang damai, sejuk dan rahmatan lil'alamin. Bisa dimengerti, dalam konteks Indonesia, Aswaja memiliki sumbangan yang besar bagi kultur Indonesia yang demokratis. Sehingga potret Islam di nusantara menjadi studi yang laris dijadikan perbandingan dan rujukan oleh berbagai negara.

Berdasarkan pemaparan yang mendasar diatas , dalam hal ini penting untuk dikaji untuk meneguhkan keyakinan (hujjah) kepada kaum nahdliyin dan kepada para siswa khususnya para siswa yang berkulturkan NU. Begitu juga IPNU IPPNU sebagai basis pergerakan dan badan otonom NU yang paling dasar sudah seharusnya untuk mempertahankan keabsahan tradisi agamanya, serta semakin meneguhkan tradisi orang orang NU yang belakangan diusik oleh kelompok tang mengklaim dirinya sebagai kelompok yang lebih murni dalam menjalankan ajaran islam.

Berangkat dari problematika tersebut, maka kami IPNU IPPNU dan GP Ansor PAC sempor menyelenggarakan Sekolah Aswaja, dengan harapan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi para kader-kader IPNU IPPNU agar memiliki kerangka berpikir dan berijtihad sesuai dengan dalil amaliyah keagamaan kaum NU dengan tuntunan ajaran islam ahlussunah waljamaah berfasarka alqur'an , al hadist , ijma, qiyas dan pendapat para ulama salafuna Asshalih, yang pastinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dengan tradisi inilah dengan bersatu padu dalam mengawal kemajuan umat islam pada umumnya dan NU khususnya serta Badan otonom IPNU IPPNU kedepan menjadi lebih baik dan mengawal pembangunan nasional dengan mengamalkan nilai nilai luhur pancasila menuju masyarakat yang adil, Makmur dan sentosa. (ansorsempor/Yahya/adm)
Powered by Blogger.