Header Ads


Jelang lebaran, Harga Melambung, Elpiji 3 Kg Langka

Ilustrasi
BULUSPESANTREN, kebumenonnews.com - Menjelang Lebaran, keberadaan gas melon atau gas LPG 3 kilogram di beberapa wilayah Kebumen mulai langka. Selain langka, harga gas yang dikhususkan untuk masyarakat miskin tersebut juga semakin melejit.

Seperti halnya yang ada di Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren. Di desa setempat, harga eceran gas melon tersebut mencapai Rp. 23.000 hingga 25.000 per tabung.

"Saya sudah mencari gas melon hingga ke empat warung di sekitar sini yang biasa menjual gas tersebut, namun tak kunjung menemukan. Giliran menemukan, harganya mahal, yakni Rp. 24.000, bahkan ada yang menjual Rp. 25.000 per tabung,” ujar Sri Wahyuni, salah satu warga Desa Sidomoro, Selasa (04/06/2018).

Hal senada juga di sampaikan Ningsih, harga gas melon di desa tersebut sebelumnya bervariasi, mulai dari Rp. 20.000-Rp. 23.000, namun sejak tiga hari belakangan ini rata-rata harga eceran diwarung setempat yakni antara Rp. 23.000 hingga Rp. 25. 000 per tabung. Selain itu, stok yang tersedia di warung-warung yang ada di desa setempat juga sering mengalami kekosongan.

"Mungkin karena menjelang Lebaran. Sudah biasa kalau menjelang lebaran. Cari gas sulit, harganya juga mahal,” ujarnya.

Tak hanya di Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren, hal serupa juga ditemui di beberapa desa lainnya, seperti di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan.

Neni, salah satu warga setempat mengungkapkan, di Desa Kebulusan harga gas melon eceran juga berfariasi mulai dari harga Rp. 22.000 sampai Rp. 25.000 per tabung.

"Disini harganya macem-macem, mulai dari Rp. 22.000 hingga Rp. 25.000 per tabung,” ucapnya.

Keluhan kelangkaan elpiji 3 kg juga dirasakan warganet melalui media sosial facebook. Salah satu warganet dengan akun Solahudin juga menyampaikan di daerah Surotrunan, Bojongsari, Bandungsruni dan Tanahsari Kecamatan Alian gas melon susah didapat, kalaupun ada harga mencapai Rp. 25.000. (h4r/adm)
Powered by Blogger.