Header Ads


Tolak Gaji Ratusan Juta Perbulan, Tokoh IT Kebumen Pilih Hidup di Desa

Wahyu Yoga Pratama saat mendampingi anak-anak belajar internet
KLIRONG, kebumenonnews.com - Gaji Ratusan Juta perbulan adalah mimpi bagi setiap orang meskipun pekerjaan harus menuntut ke luar Negeri seseorang akan melakoninya. Namun orang satu ini berbeda dengan orang lain, jika jutaan orang memburu pekerjaan dengan gaji tinggi agar lebih bisa menikmati hidupnya pria ini milih hidup di Desa dan menolak Gaji ratusan juta.

Tekad bulat 'cinta tanah air' memutuskan Ia kembali ke tanah kelahiran yakni hidup di Desa Tambak Progaten Klirong Kebumen. Karir mapan di luar negeri Ia tinggalkan demi tekad tersebut. Ia berani mengakhiri karirnya pada tahun 2014 lalu dimana karir terkhir Ia jabat adalah Senior Progam Manager di Center of Excellence Microsoft di kantor pusat Microsoft, di Seattle Amerika Serikat.

Adalah Wahyu Yoga Pratama lahir di Kebumen pada tahun 1979 tepatnya Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong. Lahir di Kebumen dan etalah lulus dari SMA Taruna Nusantara Kebumen kemudian Ia meninggalkan Indonesia guna menekuni ilmu terapan di Nayang Technological University Singapura.

Setelah lulus Tahun 2002 Ia memulai Karir IT dengan mendirikan rintisan perusahaan IT di Singapura. Di tahun ke dua setelah merintis perusahaan Ia memutuskan bergabung dengan ST Engineering Singapura di tahun 2010 hingga akhirnya Ia memimpin berbagai proyek ST di sejumlah negara seperti China, Qotar, Hongkong dan Turki.
Di tahun 2011 Wahyu Pratama bekerja di perusahaan raksasa Amerika Microsoft hingga resmi mengundurkan diri di tahun 2014 dengan jabatan terakhir Progam Manager di Center of Excellence Microsoft di kantor pusat Microsoft Amerika Serikat. Dilansir dari Kompas, saking seringnya keliling Ia bisa dalam lima hari mengunjungi 4 negera di belahan dunia.

"Di tahun 2010 saat di dalam pesawat tiba-tiba terlintas di pikiran bagaimana kalau pesawat ini jatuh, apa yang saya pertanggung jawabkan kepeda negara saya dan apa yang sudah saya perbuat bagi negara saya, "Ungkap Wahyu Pratama.

Pekerjaan tersebut yang Ia pegang dirasa membuat Ia jauh dari Indonesia dan akhirnya pada tahun 2014, Ia resmi mengundurkan diri. Ia Teringat lukisan Ir. Soekrno yang terpampang di ruang tamu rumahnya saat masih kecil, lukisan tersebut bertuliskan "Saya Titipkan Bangsa Ini Padamu" hingga memutuskan untuk pulang ke Kebumen.

Belum lama tinggal di Indonesia Wahyu Yoga Pratama kembali di tawari bekerja di salah satu perusahaan Interasional asal Singapura dengan gaji pokok 15.000 $ Singapura atau sekitar 150 jutaan namun ia menolak dengan alasan ingin menetap di desa.

Sebelumnya Wahyu Pratama juga sudah pernah membantu para warga seperti membuka usaha sablon, membantu penggemukan sistem penggemukan kambing yang menguntungkan. Sekarang Wahyu Yoga Pratama mendirikan gerakan “Dodolandigital” suatu gerakan yang diprakarsai oleh Kelompok Informasi Masyarakat Desa (KIMD) Tambakprogaten.

Gerakan ini guna mewadahi semua pelaku bisnis online yang terdapat di desa tersebut,yang didominasi anak muda yang didasari atas motivasi kebersamaan. Keinginan semua pelaku bisnis online disekitar dapat mempunyai suatu wadah bersama, dan tempat bareng yang nantinya dapat menjadi ruang bertukar pikiran seputar dunia online maupun offline sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan khususnya didesa.

Konsep penambahan kesejahteraan masyarakat ini nantinya yang bakal coba dikembangkan melewati digital marketing. Digital marketing dipilih sebab saat ini, akses digital sudah masuk kesendi-sendi kecil kehidupan. Seperti memilih pakaian, baju, makanan, inginkan jalan-jalan wisata, makanan hewan peliharaan bahkan tidak sedikit yang bertemu dengan pasangan hidupnya melewati akses digital.

Warga dapat dengan gampang memanfaatkan kemudahan internet cuma-cuma yang terdapat di balai Desa. Ada suatu ruang kecil diarea balaidesa sebagai “basecamp”. Ruangan simpel dimanfaatkan guna berdiskusi, berjualan dan segala kegiatan bersangkutan dodolandigital. Tak melulu itu, diruangan ini pun tersedia buku bacaan mulai dari komik sampai kitab pelajaran sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk lokasi belajarnya anak-anak.(*/adm)
Powered by Blogger.