Header Ads


TMMD Resmi Ditutup, Warga Diajak Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Serah terima alat kerja secara simbolis sebagai tanda tugas telah selesaI.
Sempor, Kebumenonnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-101 tahap I tahun 2018 di Desa Sampang, Kecamatan Sempor yang digelar sejak tanggal 04 April-03 telah resmi ditutup. Penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung tersebut ditandai dengan upacara di Lapangan Hanoman, Waduk Sempor, Kecamatan Sempor, Kamis (03/05).

Tampak hadir dalam upacara tersebut, Jajaran Forkopimda Kebumen, Jajaran OPD Kebumen, Perwakilan Korem 072 Pamungkas, Dandim 0709 Kebumen beserta jajaran, Ketua TP PKK Kebumen, Ketua Persit KCK Cab XXIX Kodim 0709 Kebumen, Ka Kan Minvet Cad IV/14 Gombong, Ka PMI Kebumen, FKPPI se-Kabupaten Kebumen, Muspika Kecamatan Sempor, Perangkat desa se- Kecamatan Sempor dan masyarakat Desa Sampang.

Komandan Kodim 0709 Kebumen, Letkol Kav Suep yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono. Dalam sambutanya, Letkol Kav Suep menuturkan, dengan adanya upacara tersebut, maka secara resmi TMMD sengkuyung dengan tema TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa itu telah resmi ditutup.

"Saya sangat berharap agar TMMD tidak hanya menghasilkan output berupa fisik semata, namun juga mampu membangun karakter bangsa, khususnya generasi mudanya. Hal ini penting, karena output tersebut akan mendorong outcome yang sangat berharga, yaitu generasi muda yang kompetitif dan kemandirian bangsa,” harapnya.

Dalam momentum tahun politik ini, pihaknya mengajak masyarakat dan komponen lainnya agar turut serta dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas, baik menkelang, saat maupun setelah momentum tersebut berlalu.

"Kita tidak boleh menafikan situasi ini, apalagi dalam waktu dekat kita akan menyambut pesta demokrasi. Sebagai perhelatan aspirasi rakyat, Pilkada serentak 2018 seharusnya dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memilih pemimpin yang transformatif serta memiliki komitmen dan integritas yang kuat kepada rakyatnya. Jangan menjadikan momentum pesta demokrasi ini hanya untuk memenuhi hasrat politik pribadi atau golongan, yang justru malah dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Pihaknya mengingatkan, bahwa memilih adalah hak setiap orang, namun yang paling utama adalah menjalankan kewajiban dan menghargai berbagai pilihan secara bertanggungjawab, demi rakyat dan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menjelaskan, bahwa Indonesia telah memasuki era revolusi industri generasi ke-4. Teknologi digital telah menjadi tulang punggung dalam berbagai aktivitas masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi, sosial masyarakat maupun pemerintahan.(Syarif/Sorot)

Powered by Blogger.