Header Ads


Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid : Baha'i Agama Baru Diakui Negara

Sinta Nuriyah memberikan ceramah di Kebumen. Foto:sorot
PURING, Kebumenonenews.com - Isteri Presiden Republik Indonesia ke-4, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menyebut, masih banyak kalangan masyarakat yang sampai kini belum tahu adanya agama baru yang secara konstitusional telah resmi diakui oleh Negara.

Agama itu yakni agama Baha’I yang sudah masuk ke nusantara tepatnya di Sulawesi sejak tahun 1878, dibawa oleh pedagang dari Persia dan Turki.

"Jadi, kita, bangsa Indonesia mempunyai satu agama lagi yang kini telah diresmikan oleh negara. Kalau kemarin ada enam agama yang secara resmi diakui oleh negara, sekarang bertambah satu lagi, menjadi tujuh. Agama tersebut yakni agama Baha'i,” papar Sinta, dalam acara buka bersama yang digelar di Pantai Bopong, Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Selasa (22/05).

Sinta menjelaskan, agama Baha'i tersebut dibangun dan didirikan oleh seorang India yang bernama Bahaullah, karena itu agamanya disebut agama Baha'i, pusatnya ada di kota Khaifa di sebelah utara Israel. Pada zaman dulu, para peganut agama Baha'i bahkan ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Tapi karena jumlah penganutnya yang masih kecil dan sedikit, sehingga jadi belum diakui oleh negara.

"Sekarang karena pemeluknya sudah bertambah banyak, maka agama Baha'i diakui sebagai agama resmi di Indonesia. Jadi sekarang di Indonesia ada tujuh agama resmi yang diakui oleh negara,” bebernya.

Selain melihat dan mengenalkan secara lebih dekat tentang keanekaragaman agama yang ada di Indonesia, Sinta Nuriyah yang baru baru ini dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2018 versi Majalah TIME ini mengenalkan berbagai macam suku dan budaya yang ada di Indonesia.
Dirinya mengajak seluruh anak bangsa ini untuk bersatu dan saling menghormati keberagaman yang ada.

"Kita yang berbeda agama, suku dan budaya adalah saudara. Kita sama-sama tinggal di Indonesia. Sebagai saudara kita tidak pantas saling bertengkar, saling cakar-cakaran, saling bunuh-bunuhan, saling berebut lahan dan saling menyakiti. Kita harus bisa hidup rukun dan damai, saling menghormati, saling menyayangi, saling mengasihi, saling tolong menolong dan saling bersatu padu dalam kehidupan berbanhsa dan bernegara,” pintanya.(syarif/adm)
Powered by Blogger.