Header Ads


Satu Terduga Teroris Asal Kebumen Ditembak Mati di Cianjur

KLIRONG, Kebumenonnews.com - Dwi Cahyo Nugroho (23), warga Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong, menjadi salah satu terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Anti Teror di Cianjur, Jawa Barat, Minggu dini hari, 13 Mei 2018.
Dwi Cahyo bersama tiga terduga teroris lainnya terpaksa ditembak mati karena melawan petugas saat akan diamankan di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. Terduga teroris lainnya, yakni BBN (21) asal Jakarta Pusat, AR (33) asal Pekalongan, dan S (28) asal Lampung Utara.


Dari tempat kejadian perkara (TKP), aparat mengamankan mobil warna abu abu dengan nomor polisi F 1416 UZ. Selain itu, barang bukti yang diamankan berupa dua senjata api Revolver, delapan buah peluru, dan sejumlah identitas.


Kepala Desa Klegenwonosari, Giyono, membenarkan Dwi Cahyo Nugroho warganya. Namun, orangtuanya sudah lama menjadi warga Jakarta. "Dwi Cahyo tinggal di Klegenwonosari bersama nenek, paman, dan kakak laki-lakinya," ujar Giyono, Minggu siang.


Informasi yang berhasil dihimpun, Dwi Cahyo Nugroho, sejak meluluskan pendidikannya di SMK Negeri 2 Kebumen lima tahun lalu merantau ke Jakarta dan bekerja di Astra.


Namun setelah kontrak kerjanya habis sekitar dua tahun lalu, Dwi Cahyo terlihat mulai berubah. Perubahan mencolok terlihat dari cara berpakaian. Dwi Cahyo menggunakan pakaian bercelana tinggi atau cingkrang

Meski telah menjadi terduga teroris, Giyono mengaku tidak keberatan jika jenazah Dwi Cahyo Nugroho dimakamkan di desanya. Namun, hingga Minggu sore pihaknya belum menerima kepastian dimana jenazah terduga teroris tersebut akan dimakamkan.

"Orang yang sudah mati harus segera dikuburkan, jadi akan kami terima," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.