Header Ads


Kebumen, Kabupaten Termiskin ke Dua di Jawa Tengah, Jadi Perhatian Prabowo

Prabowo saat memberikan orasi di Alun-alun Kebumen.
KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa terusik atas tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Bagaimana tidak, tanah kelahiran orang tuanya itu menjadi kabupaten nomor dua termiskin di Jawa Tengah.

“Kondisi kemiskinan tempat lahir bapak saya membuat saya terusik. Ini membuat saya harus menjadi presiden Indonesia,” ujar Prabowo saat menyampaikan orasi politik, di hadapan 15.000 warga yang memadati Alun-alun Kebumen, Selasa (15/5).

Prabowo hadir bersama petinggi Partai Gerindra antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Permadi, Ferry Juliantono dan sejumlah fungsionaris Partai Gerindra. Hadir pula anggota DPR RI dari Partai Gerindra asal Kebumen KRT Darori Wonodipuro. Menurut Prabowo, semestinya Indonesia bangsa yang kaya dan tidak boleh miskin. Tetapi kenyataannya bangsa Indonesia masih terpuruk dalam kemiskinan.

Menurut Prabowo, kondisi bangsa saat ini disebabkan para elitenya yang lengah, sehingga tidak menguasai aset milik bangsa. “Kekayaan bangsa Indonesia saat ini tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan nasional mengalir ke luar negeri selama puluhan tahun. Angka ini berasal dari pemerintah sendiri,” ujar Prabowo menyebutkan dirinya terus keliling Indonesia untuk membangunkan kesadaran rakyat Indonesia atas kondisi bangsa sekarang ini.

"Kamu punya kekayaan kemudian orang lain datang ke rumahmu mengambil kekayaan itu lalu pergi. Datang lagi kemudian mengambil kekayaan lalu pergi, dan itu dibiarkan saja," ungkap Prabowo, dalam orasi politknya.

Prabowo menegaskan, kekayaan negara bocor. Partai apa pun yang memimpin, atau siapa pun presidennya jika tidak berani memperbaiki, dianggap percuma kepeminpinannya. Dia menegaskan kembali bahwa persoalan yang dihadapi oleh negara ini adalah masalah pada elitenya.

“Elite Indonesia tidak hormat dengan bangsa sendiri. Minder dengan orang asing. Saya dia tidak mengajak benci orang asing, tetapi pemerintah harus pintar, jangan sampai dibodohi bangsa asing,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Prabowo menyebutkan apa yang terjadi sekarang ini diistilahkan dengan sistem ekonomi kebodohan. Sistem yang ada bukan kapitalisme, neo liberalisme, tetapi sistem kebodohan ekonomi atau the economic stupidity. Kepada elite Partai Gerindra, Prabowo berpesan agar tidak berfoya-foya di depan rakyat. “Misalnya jangan memakai jam tangan mewah sementara rakyat dalam kondisi susah,” ujarnya.

“Jika Allah SWT meridhoi dan rakyat mendukung, Insyallah saya berjuang sekuat tenaga saya untuk mengembalikan kekayaan yang dimiliki rakyat Indonesia. Tapi sekarang ada di luar negeri," tandasnya. (J19-33/adm)
Powered by Blogger.