Header Ads


Kaum Muda ‘Jaman Now’ Kurang Greget Peringati Harkitnas

Solikhan Ketua Cabang PMII Kebumen.
KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei merupakan momentum pergerakan bangsa Indonesia. Kebangkitan Nasional yang kemudian menjadi cikal bakal deklarasi Kemerdekaan RI 1945 untuk melawan penindasan kolonial.

Ketua Cabang PMII Kebumen, Solikhan, memaparkan, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini yang ke 110 merupakan Harkitnas yang tidak muda lagi hendaknya menjadi refleksi bersama bagi khususnya kaum muda.

“Kebangkitan hari ini bukan lagi hanya melawan penjajah, namun melawan kebodohan dan kemalasan diri kita sendiri. Hari ini kita dihadapkan persoalan yang mengguncang bangsa kita harus membekali skill dan kemampuan agar kita mampu bersaing,” tuturnya.

Penguatan pemahaman ideologi Pancasila, lanjut Solikhan, sebagai falsafah bangsa tidak kalah penting sebagai pondasi dan jatidiri bangsa kita, agar Indonesia tidak menjadi anak bangsa yang menjadi penghianat bagi bangsanya sendiri sebagaimana para koruptor dan oknum penggadai bangsa.

Hal senada, diungkapkan aktivis dari UMP Purworejo, Iis Widiyanto, bahwa peran anak-anak muda mengawal bangsa Indonesia dulu sangat nyata, namun saat ini kelihatan berbeda.

“Tidak bisa di pungkiri, perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah menunjukan peran penting pemuda untuk menentukan arah gerak perjuangan bangsa,” kata Iis, Senin (21/5).

“Pemuda hari ini, pemuda jaman now, saatnya bangkit menjadi pesohor, untuk tidak hanya menjadi pengekor,” imbuhnya.

Lanjut Iis, kalau kenapa kita belum bisa menjawab generasi jaman now? Bisa dikatakan pemuda generasi alfa, generasi yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi namun tingkat perjuangan sangat rendah. (eko/adm)
Powered by Blogger.