Header Ads


HOTS Banyak Dikeluhkan, Mendikbud Bakal Evaluasi Sistem Pendidikan

Siswa UNBK SMP membahas soal ujian di ruang transit saat server down, Senin (23/4). Foto:Fedrik Tarigan/JP
JAKARTA, Kebumenonnews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang penuh drama tahun ini akan menjadi bahan evaluasi. Sehingga, kelemahan dalam sistem ataupun kurikulum pendidikan bisa dibenahi.

Salah satunya dia menyinggung soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). HOTS secara sederhana didefinisikan sebagai soal-soal yang memerlukan penalaran lebih tinggi dalam pengerjaannya. "Kami (pemerintah) akan evaluasi bagaimana atau wilayah mana yang harus ada afirmasi diberlakukannya soal berstandar HOTS itu," ujarnya baru-baru ini.

Muhadjir mengatakan, ada sejumlah komponen dalam proses pendidikan, yang berpengaruh terhadap kesiapan siswa menerima soal berstandar HOTS. Beberapa unsur itu antara lain konten soal, metodologi pembelajaran, guru, hingga sarana dan prasarana. Maka dari itu, keluhan yang muncul baik dari peserta ataupun tenaga pendidik akan dijadikan sebagai bahan evaluasi.

"Tahun depan akan kami tingkatkan, khususnya kemampuan guru," kata Muhadjir. "Akan kami dorong dengan pelatihan dan kurikulumnya. Kontennya akan kami benahi, terutama matematika sehingga sesuai dengan keseharian asli siswa di Indonesia," imbuhnya.

Muhadjir sadar butuh waktu dalam implementasi HOTS. Pasalnya, belum semua guru dan siswa paham mengenai hal ini. Hal itu terbukti dari salah satunya, ketakutan siswa bahwa HOTS ini akan membuat nilai mereka jeblok. Padahal, penilaian soal-soal berstandar HOTS ini sama sekali berbeda dari soal ujian sebelumnya yang mayoritas berbentuk pilihan ganda.

"Misalnya tentang bobot dalam soal. Ada yang berargumen saja (sudah) mendapat nilai, walaupun mungkin di kesimpulan akhirnya, dia keliru," terangnya. "Critical thinking itu kan tujuannya meningkatkan kemampuan daya kritis siswa. Jadi, proses berpikirnya seperti apa. Itu akan terlihat dari jawaban siswa," pungkasnya. (rgm/estu/JPC)
Powered by Blogger.