Header Ads


2 Pria Kebumen Nekat Naik Haji Bersepeda Ontel, Begini Respons Pemerintah.

K Khudori, Purworejo dan Nuruddin, Sidamara do'a bersama sesaat sebelum berangkat Haji.
KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Kisah dua warga Kebumen naik haji bersepeda ontel rupanya cukup menyita perhatian publik. Mereka takjub dengan kenekatan dua pria paruh baya ini. Ternyata, dua orang ini, K Khudori, Purworejo dan Nuruddin, Sidamara Kabupaten Kebumen, telah mempersiapkan keberangkatannya dengan baik.

Hal itu termasuk dokumen keimigrasiannya. Mereka, seolah berlatih, mengayuh sepeda dari Kebumen menuju Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap yang jaraknya lebih dari 50 kilometer. Barangkali, sekalian latihan bersepeda jarak jauh. Sejak jauh hari, dua pria Kebumen itu telah mengurus paspor dan visa di Kantor Imigrasi Cilacap, demi niatnya naik haji bersepeda ontel.

“Sudah, Pak. Yang bersangkutan sudah mengurus dokumen perjalanan Republik Indonesia di Imigrasi Cilacap Desember 2017,” ucap Kepala Sub-Seksi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Ade Septiany, Kamis, 3 April 2018.

Dalam dokumen, tercatat mereka akan melakukan ibadah haji. Dalam dokumen tersebut juga tercantum keterangan bahwa mereka akan singgah negara-negara lain. Tetapi, negara-negara lain itu tak disebut dalam dokumen. Saat mengurus paspor pun, Khudori dan Nuruddin tak menyebut teknis keberangkatan. Sebab itu, Kantor Imigrasi Cilacap pun tak mengetahui jika dua orang ini naik haji bersepeda ontel.

Kabar keberangkatan dua pria Kebumen berhaji dengan naik sepeda ontel pun sampai hingga Kantor Kementerian Agama Kebumen. Sayangnya, ketika informasi itu tiba, keduanya dikabarkan telah berangkat.

Kepala Seksi Haji Kemenag Kebumen, Darsun didampingi seksi Perencanaan, Tauhid Alamsyah menyebut, pemberangkatan Khudori dan Nuruddin di luar pengetahuan Kemenag. Keberangkatan haji mereka pribadi dan di luar kebijakan Kemenag. Ia pun mengaku tak mengetahui secara pasti kapan kedua orang ini berangkat ke tanah suci dengan mengayuh sepeda ontel. Yang pasti, setelah dicek di data Kemenag, nama keduanya tak muncul.

“Iya, itu kalau di dokumen Kemenag tidak ada, Mas. Pribadi itu ya. Kemarin kita juga tidak tahu, kita juga mencocokkan nama itu juga tidak ada,” ucap Alamsyah, melalui sambungan telepon.

Saat ini, Kemenag Kebumen tengah memproses input data calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini. Dari jatah 30 ribu jamaah haji Jawa Tengah, Kebumen memperoleh kuota sebanyak 1.000 jamaah haji. Rencananya, rombongan calon jamaah haji Kebumen akan diberangkatkan dua kali, gelombang pertama dan kedua. Mereka akan menuju Embarkasi Haji Solo, sekitar akhir Juli sampai Agustus 2018.

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen, Sukamto justru mengaku tak mengetahui mengenai dua pria kebumen yang naik haji bersepeda ontel. Ia mengaku tak memantaunya.

“Pemkab tidak memantau, arena itu sifatnya personal,” ucap Sukamto melalui pesan singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, unggahan mengenai dua pria Kebumen yang naik haji ini menjadi viral di berbagai lini massa. Di Facebook misalnya, kabar keberangkatan keduanya dibagikan lebih dari 2.000 kali oleh pengguna Facebook.

Akun Facebook pengunggah kabar dua pria naik haji bersepeda ontel yang kemudian viral, Andre Noval menerangkan, dua pria Kebumen ini akan mengayuh sepeda ontel dari Kebumen menuju Tanjung Priok. Lantas perjalanan dilanjutkan dengan kapal hingga melewati Selat Malaka yang meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia dan Singapura) hinggaTeluk Bengala (India dan Bangladesh). Lantas perjalanan masih berlanjut dengan berlayar di Samudera Hindia (Yaman, Sri Lanka dan India), Selat Bab el Mandeb (Yaman), Laut Merah di Arab Saudi, lalu berakhir di Pelabuhan Jeddah, Arab Sudii. Dari pelabuhan ini, dua pria Kebumen ini akan melanjutkan perjalanan hingga Mekkah dan Madinah. (Muhamad Ridlo/h4r/liputan6)
Powered by Blogger.