Header Ads


Tenaga Kerja Pertanian Semakin Langka, Swasembada Terancam

Alat pemotong batang padi. Foto:Gunawan/KR
PURWOREJO, Kebumenonnews.com - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk mempertahankan swasembada pangan, sekaligus sebagai lumbung pangan Jawa Tengah Selatan mulai terancam.

Menyusul semakin langkanya tenaga kerja pertanian, karena sebagian besar generasi muda mulai jarang yang bersedia terjun ke sawah. Akibatnya lebih banyak generasi tua yang masih tekun mengerjakan sawah.

"Ini nyata, kita saja untuk mencari tenaga petik pada musim panen sudah sulit,” kata Ketua Kelompok Tani (Kelomtan) Karsa Mandiri Desa Ringgit, Kecamatan Ngombol Purworejo Eko Budi Waluyo, Jumat (20/4/2018).

Dijelaskan, kesulitan tenaga pertanian ini mulai dirasakan sejak petani mulai menggarap lahan pertanian, terutama sawah untuk tanaman padi, belum lagi selama pemeliharan. “Dan lebih terasa lagi pada musim panen raya. Karena panen bersamaaan maka petani memetik padinya masing-masing sehingga untuk mencari tambahan tenaga sulit,” tambahnya.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga itu lanjut Eko Budi Waluyo, para petani, terutama daerah selatan sering mencari bantuan tenaga hingga luar kecamatan, bahkan luar kabupaten.

Untuk tenaga kerja dalam kabupaten biasanya mencari tenaga dari wilayah utara seperti dari Kecamatan Gebang, Loano, dan Bener. “Itu saja kalau di daerah mereka tidak sedang musim panen,” jelasnya.

Alternatif lain, mendatangkan tenaga dari wilayah Kabupaten Magelang bagian selatan. Terutama untuk tenaga petik. Itupun masih harus menyediakan tempat untuk numpang tidur, dan makan tentu saja. “Mereka tidak mungkin bekerja satu hari langsung pulang membawa hasil. Biasanya sampai beberapa hari, bahkan sampai satu minggu,” kata Eko Budi Waluyo.(Nar/KR)
Powered by Blogger.