Header Ads


Satpol PP Kebumen Lepas ODGJ dari Pasungan

KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Memiliki anggota keluarga berstatus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tak pernah diinginkan setiap orang.
Petugas sedang mengeluarkan ODGJ dari pasungan. Foto:kabarkebumen
Perilaku agresif yang kadang ditunjukkan ODGJ seringkali membuat keluarga tak sabar. Sebagian keluarga memutuskan mengambil jalan pintas untuk mengendalikan ODGJ agar tak berulah atau mengganggu orang sekitar. Di antaranya dengan cara memasung atau mengisolasi ODGJ agar tak bisa berhubungan dengan dunia luar.

Alhasil, orang-orang sakit yang mestinya diobati untuk memperoleh kesembuhan ini justru mendapat perlakuan kurang manusiawi.

Petugas Satpol PP Kebumen dan Shelter Kesehatan Jiwa Puskesmas Pejagoan baru-baru ini mendatangi dua ODGJ di Desa Sidomukti, Adimulyo Kebumen yang dipasung oleh keluarganya, (28/3).

Petugas membawa misi untuk membebaskan ODGJ itu dari ruang isolasinya, lalu menempatkannya di tempat yang lebih layak. Sebelum melepaskan mereka, petugas lebih dulu melakukan pendekatan ke pihak keluarga yang bertanggung jawab terhadap ODGJ itu.

Pihak keluarga akhirnya berhasil dibujuk untuk menyerahkan penanganan keluarganya itu kepada petugas atau dinas terkait. "Kami kasih pemahaman ke keluarga, mereka akan kami bawa ke shelter untuk dirawat dan diobati agar sembuh,"kata Kasi Pembinaan Trantibum Satpol PP Kebumen Wrin Andoko, Selasa (3/4).

Setelah berhasil dibebaskan, dua ODGJ itu akhirnya dievakuasi ke shelter kesehatan jiwa Puskesmas Pejagoan untuk mendapatkan perawatan.

Kasus pemasungan ODGJ oleh keluarganya bukan lagi hal baru. Di luar kasus dua ODGJ itu, Wrin meyakini, masih banyak ODGJ di wilayah Kebumen yang dipasung oleh keluarganya sendiri. Alasan pemasungan terhadap ODGJ, menurut Wrin, biasanya karena agresivitas OGDJ yang dikhawatirkan mengganggu atau membahayakan orang sekitar.

Pihaknya telah berkomitmen untuk membebaskan para ODGJ yang dipasung karena kegilaannya. Bagaimanapun, ODGJ berhak mendapatkan perlakuan yang layak serta dirawat dengan baik untuk memperoleh kesembuhan.

Petugas Satpol ternyata telah berulangkali membebaskan ODGJ yang terpasung di sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen.

Sejak tahun 2013 hingga sekarang, Wrin mengaku, pihaknya telah membebaskan 60 lebih ODGJ dari belenggu pasungan. Menariknya, di Kebumen justru terdapat dua tempat rehabilitasi ODGJ yang proses penyembuhannya justru dengan cara memasung para pasien, yakni di Desa Winong Kecamatan Mirit serta Surotrunan Alian Kebumen. "Kami sempat ada pencanangan bebas pasung di Kebumen,"katanya. (*/KK)
Powered by Blogger.