Header Ads


Peringati Hari Kartini, Komunitas Peduli ODGJ Gelar Baksos

MIRIT, Kebumenonnews.com - Komunitas Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menggandeng sejumlah instansi terkait menggelar bakti sosial dan santunan membersihkan para penderita gangguan jiwa di pondok mbah Marsio Desa Winong Kecamatan Mirit, Kamis (26/4/2018).

Sebanyak 100 personil yang terdiri dari sejumlah organisasi diantaranya Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), PMI, Dinas Sosial, Stikes Muhammad Gombong, TKSK, Baznas, BPBD dan sejumlah organisasi lain.

Kegiatan bakti sosial ODGJ juga digelar dibeberapa wilayah di Kabupaten Kebumen yakni di Desa Sawangan Kecamatan Alian dan Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung.

Mengawali kegiatan, sekitar 70 penderita ODGJ di lokasi rumah singgah Mbah Marsiyo dibagikan nasi bungkus serta air minum. Usai makan bersama mereka secara bergilir dibersihkan, dengan potong rambut, dimandikan hingga ganti pakaian serta diperiksa kesehatannya oleh tim medis dan sejumlah relawan.

Ketua panitia Bakti Sosial santunan penderita ODGJ, Maryam Ruwiyati mengatakan, tujuan baksos tersebut selain untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2018 lalu yakni sebagai wujud kepedulian komunitas, dinas terkait, elemen masyarakat untuk ikut peduli dengan keberadaan penderita ODGJ.

"Ini sebagai gerakan sosialisasi kepada masyarakat untuk peduli dengan ODGJ," katanya.

Dokter Spesialis Kejiwaan (psikiater) RSUD Soedirman Kebumen, dr. Nurmi Widiarti, SpKJ mengatakan sejauh ini pasien penderita ODGJ yang berada di tempat Mbah Marsio yang berada di Desa Winong Kecamatan Mirit masih dijumpai pemasungan.

Hal inilah yang menggugah komunitas peduli ODGJ Kebumen untuk meluruskan sekaligus mendukung program pemerintah Indonesia bebas pemasungan.

"Tujuan utama kedatangan kami disini agar pasien disini tertangani lebih baik dari segi penanganan medis dan fisik," katanya. Nurmi Widiarti menambahkan pentingnya penanganan medis secara komprahensif tersebut merujuk tingkat kesembuhan bagi para penderita agar tertangani dengan baik.

"Sebenarnya bagi para ODGJ yang agresif jika ditangani secara intensif tidak perlu dipasung, adanya kasus pemasungan disini dijumpai kasus kurangnya gizi dan kesehatan para penderita bahkan kami menjumpai penderita ODGJ mengalami gejala Hipo Albumin (Gejala kaki bengkak akibat pemasungan) ini yang mendorong kami terus mendorong pembebasan pemasungan terhadap penderita ODGJ di Kebumen," katanya.(h4r)

Powered by Blogger.