Header Ads


Penyandang Disabilitas Rungu Wicara Berlatih Keterampilan

Peserta pelatihan. Foto:istimewa

KEBUMEN, Kebumenonnews.com - Sebanyak 60 penyandang disabilitas rungu dan wicara di Kabupaten Kebumen berlatih keterampilan tata boga, 10-13 April mendatang. Kegiatan bertajuk pejangkauan (Outreach) Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) Melati Jakarta bagi penyandang disabilitas rungu wicara merupakan kerjasama dari pihak panti dengan Pemkab Kebumen.

Kepala PSBRW Melati Jakarta, Pujianto mengatakan, penyandang disabilitas memiliki kesamaan hak dan kesempatan untuk mewujudkan kehidupannya yang sejahtera,mandiri dan tanpa diskriminasi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dalam upaya pemenuhan haknya. "Salah satu hak penyandang disabilitas adalah kesejahteraan sosial yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial," ungkapnya Rabu (11/04/2018).

Dijelaskannya, peserta penjangkauan dan pelatihan akan mengikuti berbagai kegiatan seperti, materi motivasi, keterampilan komunikasi, keterampilan memproduksi dan menjual serta pemberian modal. Hasil tes audiometri, semua peserta penyandang gangguan pendengaran berat. Kesulitan bertambah dengan 5 peserta yang tidak bisa berkomunikasi karena tidak pernah sekolah sehingga tidak bisa menulis dan tidak bisa bahasa isyarat.

"Kebumen dipilih karena jumlah penyandang dan keaktifan Dinas Sosial dan PPKB Kebumen dalam memfasilitasi penyandang tuli dan tuna rungu," tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinsos PPKB Kebumen, Dwi Budi Satrio, mengungkapkan, semua orang hidup membutuhkan uang atau penghasilan, tidak terkecuali para tuna rungu dan tuna wicara.

Untuk itu penyandang tuna rungu dan wicara harus bisa mandiri mendapatkan penghasilan. Adapun sumber penghasilan yang bisa didapat yaitu pemberian dari orang lain, menjadi pegawai, memproduksi, dan menjual (barang maupun jasa).
"Harus fokus dan memiliki mimpi yang besar untuk sukses diikuti kerja keras, berdoa dan melaksanakan salat 5 waktu, malam dan salat Dhuha," imbaunya. Ia pun berharap, kegiatan seperti ini dapat digelar rutin setiap tahun, jika diperlukan Kebumen siap dengan dana sharing.

Untuk menyelenggarakan acara serupa, Kebumen terkendala tenaga pelatih terutama penerjemah. Meski sudah ada pelatihan untuk menambah tenaga penterjemah bahasa isyarat Bisindo tetapi keterampilannya masih harus ditingkatkan. "APBD Kebumen mampu melaksanakan kegiatan serupa. Penyandang tuli dan tuna rungu rawan dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan, karena akses ke informasi belum terbuka dengan sempurna," tandasnya.(luk/sorot)
Powered by Blogger.