Header Ads


Musim Tanam, Dapat 100 Persen RDKK, Petani Jateng Tak Lagi Kesulitan Pupuk

SEMARANG, Kebumenonnews.com - Penetrasi Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil. Petani di Jawa Tengah kini mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhannya, tanpa batasan kuota.
Foto:istimewa
Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (ISDA) Jateng Peni Rahayu mengatakan, Kementerian pertanian sudah memberi izin untuk Jateng menerapkan distribusi pupuk bersubsidi 100 persen RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Dengan juklak itu, petugas input data kartu tani harus bekerja lembur beberapa hari terakhir. Per 5 April data dalam kartu tani setiap petani sudah berubah. "Keluar di data petani bukan lagi alokasi tapi sesuai RDKK, silakan yang sudah punya kartu dicek lagi," katanya, Jumat (6/4) di Semarang.

Peni menggaransi stok pupuk di pengecer cukup untuk satu tahun, baik masa tanam I, II, dan III. Jika ada yang kurang maka akan ada penambahan stok pada bulan Juni. Menurutnya, kartu tani tak perlu menjadi polemik karena justru menjamin hak petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Masih kesulitannya petani menurutnya hanya karena harus membiasakan dengan sistem baru.

Untuk itu ia menggarisbawahi tiga hal. Pertama untuk petani yang sudah mendapat kartu tani bisa membeli dengan tunai dan mendapatkan pupuk 100 persen RDKK. Kedua, petani yang belum mendapatkan kartu tani namun sudah masuk kelompok tani dan memiliki data RDKK, bisa membeli dengan hanya menunjukkan KTP.

Ketiga, petani yang belum masuk kelompok tani diminta segera mendaftar agar dapat mengusulkan RDKK. Tanpa masuk kelompok, petani tak bisa mengusulkan RDKK dan otomatis tak bisa membeli pupuk bersubsidi. "Yang belum masuk RDKK didata lagi, mau petani pemilik lahan, sewa atau lahan perhutani bisa masuk semua. Penyuluh diberi waktu sampai 10 april untuk masukkan RDKK tambahan," katanya.(CN26/SM)
Powered by Blogger.