Header Ads


Murai Batu Balak Mulai Banyak Diburu Kicau Mania

JAKARTA, Kebumenonnews.com – Murai Batu Balak kini merupakan salah satu spesies kucica hutan yang paling banyak diburu kicau mania. Penampilan fisik dan kicauannya sangat mirip dengan murai trah Medan yakni badan besar, ekor panjang, dan suaranya sangat nyaring serta banyak variasinya.

Adapun yang berbeda hanya terletak pada bagian bulu ekor penyangga. “Kalau murai Medan, bagian bulu ekor penyangga yang masing – masing empat helai pada kanan dan kiri, didominasi warna putih. Cuma bagian pangkal bulu yang berwarna hitam sepanjang dua sampai tiga sentimeter,” ujar M. Fahri, penggemar berat murai batu balak di kediamannya kawasan Tomang, Jakarta Barat, Selasa (3/4).

Sedangkan murai balak, bulu ekor penyangga berwarna hitam dan putih berbentuk ruas-ruas dengan jumlah sama antara kanan dan kiri sehingga mirip istilah balak pada permainan kartu domino.

Pada burung murai balak tersebut terdapat beberapa motif yang disebut balak empat, enam, dan delapan. Burung balak tersebut sebagian besar merupakan hasil silangan antara trah Medan dan Aceh. “Trah Medan berbulu putih sedangkan trah Aceh atau Nias berekor hitam atau biasa disebut black tail. Jadi, turunannya berekor balak,” ujar Fahri yang berpengalaman melakukan kawin silang berbagai spesies murai batu ekor panjang.

Dia membenarkan bahwa keberadaan murai balak semakin moncer di pasaran. “Penampilannya sangat ekslusif, jarang ada sehingga para kicau mania makin penasaran untuk memiliknya,” papar Fahri yang sering menjual balak lebih mahal dari Medan karena ngototnya minat pembeli.

muraibalak “Belakangan banyak murai balak yang merajai kontes burung berkicau, sehingga belakangan ini menjadi primadona pasar,” tambahnya. Dampak dari meningkatnya peminat balak, maka murai black tail dari Aceh dan Nias makin banyak diburu peternak untuk menghasilkan balak.

BALAK SABANG

Dari sekelompok murai balak ternyata terdiri dari banyak spesies. Ada balak yang asli alami yakni balak Sabang, Lempuyang, dan sejumlah nama pulau lain di Aceh. Selain itu juga ada balak silangan yang umumnya hasil perkawinan silang varietas unggul antara Medan dan Aceh. Adapun sebagian besar kicau mania meyakini balak yang paling mantap adalah balak alami trah Sabang yang ditandai dari ekornya yang panjang antara 22 dan 30 cm. “Tapi balak Sabang sudah langka di habitat alam, justru lumayan banyak di kandang peternak,” kata Fahri sambil menambahkan trah Sabang hanya terdiri dari balak empat dan enam.

Yadi, salah satu pedagang spesialis murai ekor panjang di Pasar Burung Pramuka menambahkan balak yang paling banyak beredar di pasar adalah balak silangan. “Balak silangan ada yang berupa balak empat, enam, dan delapan. Dari segi harga dulunya balak lebih murah dibanding Medan, tapi sekarang tergantung kondisinya. Kalau balak gacor dan ekornya panjang, harganya bisa mengalahkan Medan,” ujar Yadi yang khusus menyediakan murai trah Medan, Bohorok, Aceh, dan Nias. Menurutnya, murai balak kalau dikawinkan dengan Medan maka warna ekornya akan kembali ke trah Medan. “Tidak anakan yang balak,” tambah pedagang di satu pojokan lantai tiga. .

Secara umum kemampuan berkicau pada kedua spesies ini hampir sama bagusnya. Suaranya besar, melengking tajam dan banyak variasi. “Murai balak maupun Medan banyak yang diadu-lombakan karena rata-rata memiliki mental tangguh dan berdaya tempur yang tinggi. Tidak mudah ngedrop alias gembung atau ngebalon,” ujar Yadi yang menyediakan murai mulai dari kelas bahan sampai siap kontes. (joko/poskotanews.com)
Powered by Blogger.