Header Ads


Kepala BIN : Selamatkan Masjid dari Radikalisme-Intoleran

Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan (kanan) menerima surat dari Ketua DPP MAJT Dr Noor Ahmad MA untuk diteruskan kepada Presiden Jokowi. Foto: Isdiyanto
SEMARANG, Kebumenonnews.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan mensinyalir saat ini banyak ditemukan masjid yang peran dan fungsinya melenceng dari ajaran Islam.

Bergeser menjadi tempat berkumpulnya kelompok yang intoleran juga menjadi ajang kegiatan politik praktis. “Kondisi ini memrihatinkan dan saatnya dikembalikan sesuai marwahnya, kepada peran dan fungsi sebagai tempat peribadatan, pusat siar agama, ukhuwah dan pendidikan,” tegasnya pada dialog bertema “Meneguhkan Peran Masjid sebagai Pusat Ukhuwah” dengan ratusan pengelola Masjid Agung se-Jawa Tengah, di Ruang Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (28/4).

Pada dialog dengan moderator Ketua Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) MAJT Dr Noor Ahmad MA, tampil pula sebagai narasumber Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji Msi dan mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz MPA.

Sebelum Kepala BIN, Wakil Ketua DPP MAJT KH Hanief Ismail Lc melontarkan keprihatinan atas merebaknya masjid di lingkungan instansi pemerintah yang justru dikelola oleh aktivis-aktivis yang memiliki ideologi transnasional atau cenderung radikal.

Kondisi tersebut membuat jamaah pada bimbang dan tidak nyaman. “Ini realitas di tengah kita, ing atase di instansi pemerintah masjidnya kok dikelola aktivis seperti itu,” papar Hanief. Atas Fenomena tersebut KH Hanief mengusulkan dibentuk forum pengelola masjid agung se-Indonesia sebagai upaya membentengi masjid dari sikap radikal dan intoleran dan Jenderal Pol Budi Gunawan diusulkan sebagai ketua umumnya.

Untuk mewujudkannya Kepala BIN diminta menjadi fasilitator agar seluruh ketua takmir masjid agung se-Jateng dapat bertemu Presiden di Istana Negara. Untuk mewujudkan itu Ketua DPP MAJT Dr Noor Achmad MA menyerahkan surat Kepala BIN meminta diteruskan kepada Presiden Jokowi. Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan mendukung usulan dibentuknya Forum Silturahmi Pengelola Masjid Agung se-Indonesia.

Menurutnya, usulan tersebut strategis untuk mengembalikan marwah masjid dari penyimpangan peran dan fungsi. “Banyak ceramah di masjid berisi materi mengajak orang untuk berperang melawan yang berbeda keyakinan agama. Menggiring jamaahnya melakukan kekerasan atas nama agama dan dikatakan sebagai jihad dengan balasan surga. Ini sudah menyimpang dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Menurutnya, BIN memperhatikan pula ada kelompok intoleran sebagai instrumen yang membesarkan semangat kebencian permusuhan dan menyerang pemerintah dan para pemimpin. “Pada titik ini BIN berkepentingan untuk meminta dukungan agar fungsi masjid dikembalikan kepada ukhuwah sebagaimana mestinya, sebagai peredam sikap radikalisme dan intoleransi, mengingat paham ini berfpotensi memecah belah bangsa dan keselamatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Ditegaskan, BIN menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas peran positif para ulama, kiai dan takmir masjid yang tidak henti-hentinya merawat prinsip kebersamaan. Terhadap usulan pembentukan forum silaturahmi perlu segera diujudkan. Sebab kita tidak ingin negara hancur karena dimulai dari masjid sebagai sarana radikalisme dan intoleransi sehingga menjadi rapuh dan pecah. (Isi/h4r/KR)
Powered by Blogger.