Header Ads


Jelang Pilkada, Camat Sruweng Himbau Warganya Bebas Memilih

Sruweng, Kebumenonnews.com - Partisipasi warga dalam keikutsertaannya pada pelaksanaan Pilkada Gubernur 27 Juli yang akan datang merupakan salah satu harapan Camat Sruweng Drs.Munadi M.Si, yang disampaikan pada acara peringatan Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Assu'ada Desa Giwangretno Kecamatan Sruweng, Sabtu (14/04).

"Monggo bapak ibu warga Desa Giwangretno khususnya, juga warga Sruweng umumnya bebas memilih sesuai pilihannya", ujar Munadi pada saat memberikan sambutan.

Kebebasan memilih calon Gubernur dan wakil gubernur jangan didasari oleh money politik tapi didasari oleh program serta visi dan misi calon gubernur dalam keberpihakannya membangun dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kebumen

Acara yang dihadiri ratusan jamaah masjid dan warga sekitar ini semakin semarak karena bersamaan dengan Khotmil Qur'an wal Kutub sebanyak 78 santri Madrasah Diniyah Assangadah.

Selain itu juga dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Sruweng, dan jajaran perangkat Desa setempat serta KH. Nasrulloh Pengasuh PPAI Al-Ikhya' dari Kesugihan Cilacap.

Munadi mengapresiasi atas semangat orangtua dalam mendidik anaknya melalui madrasah, mengingat saat ini pendidikan madrasah atau TPQ jarang diminati serta kurangnya perhatian terhadap para pendidiknya. "Dengan khotmil qur'an ini, semoga menjadi amaljariyah orangtua kelak", tegasnya.

Menyinggung soal bantuan terhadap madrasah atau Tempat Pendidikan Qur'an (TPQ), RA, pemerintah kabupaten sudah memberi bantuan kepada TPQ di desa-desa sekitar 5 juta, termasuk bantuan dari Pemerintah Desa Giwangretno sendiri. Meski bantuan keuangan tersebut tidak banyak secara nominal, minimal bisa memancing partisipasi warga agar ikut peduli pada perkembangan dan kemajuan TPQ didesanya. Selain itu juga mengharap para pendidik di TPQ untuk dipikirkan kesejahteraannnya, karena TPQ adalah aset yang luar biasa.

Lebih lanjut, Camat Sruweng menyampaikan juga bagi warga yang belum memiliki E-KTP untuk segera melakukan perekaman di kantor kecamatan yang dapat dilayani selama 5 hari kerja dan Gratis.
"Harapanya agar tidak ada lagi keluhan-keluhan warga diluaran terkait belum memiliki KTP elektronik", harapnya.

Terkait dana desa dan ADD, juga perlu dikawal agar dana tersebut benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh warga masyarakat baik untuk peningkatan sarana prasarana desa maupun untuk pemberdayaan kesejahteraan warga.

"Mari dikawal bersama sama agar dana desa sebesar 1 milyar ini bisa bermanfaat", tegasnya. (h4r)
Powered by Blogger.