Header Ads


Iklim Investasi Kondusif, Jateng Dilirik Banyak Investor

Foto:SM
SEMARANG, Kebumenonnews.com - Jateng dilirik oleh banyak investor sebagai tempat yang layak untuk dijadikan lokasi pengembangan industri.

Pertimbangan utamanya, iklim investasinya paling kondusif daripada wilayah lain, terutama terkait dengan kegaduhan pekerja.

‘’Para pemilik modal memperhatikan kondisi Jateng. Selama ini jarang sekali ada gejolak terkait dengan persoalan pekerja. Kalau pun ada, diselesaikan secara baik-baik dengan cara duduk bersama pengusaha,’’ ungkap Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani, kemarin (11/04/2018).

Ia mengungkapkan hal itu di selasela rapat kerja dan konsultasi provinsi (Rakerkonprov) Apindo Jateng di Hotel Patra Jasa Semarang. Dalam rakerkonprov kali ini, Apindo Jateng juga mengundang kedua calon kepala daerah, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said untuk bincang bisnis.

Dua calon gubernur tersebut berdiskusi bersama empat panelis, yakni Haryadi B Sukamdani, Vice President Director PT Pan Brothers Tbk Anne Patrica, Direktur Marifood Harjanto Halim, President Director PT Asia Pasific Fibers Tbk V Ravi Shankar, serta General Manager RnD-Product Development PT Djarum Kudus Djoko Herryanto.

Hariyadi menambahkan sejumlah pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri datang ke Apindo pusat untuk berkonsultasi tentang rencana masuk Jateng. Namun, Presiden Direktur Sahid Goup itu belum menyebutkan investasi bidang apa saja yang diminati. ‘’Yang jelas, ada tekstil dan beberapa perusahaan manufaktur,’’jelas dia.

Melihat prospek itu ke depan, lanjut dia, para pemimpin di wilayah ini perlu menjaga stabilitas politik, keamanan, dan sebagainya. Dengan iklim usaha yang sehat, niat berinvestasi di Jateng dapat terealisasi dan terus meningkat. ”Industri di sini kebanyakan padat karya. Djarum punya karyawan 80 ribu, Pan Brothers sekitar 37 ribu, belum industri lainnya. Penyerapan tenaga kerja besar punya kolerasi positif dengan kemakmuran serta menunjang sektor lain, contohnya hotel, ritel, dan sebagainya,” papar dia.

Menurut dia, situasi di dunia Industri sekarang selalu mendapatkan tekanan politik ketimbang produktivitas. Misalnya suasana gaduh. ‘’Kami berharap, pasangan calon (gubernur) tidak membuat janji politik, karena jika tidak bisa terwujud, dikhawatirkan menimbulkan konflik, tak terkecuali berdampak bagi dunia usaha,’’tegas dia. Calon gubernur Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sama-sama menyatakan bakal mendorong sektor industri dan menciptakan iklim usaha sehat di provinsi ini, tetapi caranya berbeda.

Sudirman Said bertekad mengurangi angka kemiskinan di Jateng dari 12,3 persen menjadi 6 persen. Selain itu, ingin membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih. ”Pemerintah harus bisa berperan sebagai pelayan. Kalau di pewayangan, saya mengambil karakter Semar karena bijak dan menjadi pelayan yang baik,” jelas dia.

Rencana lainnya adalah penyediaan lahan untuk kepastian investasi, serta ide membuka alternatif pelabuhan baru di Jepara.

Ganjar Pranowo menyampaikan, investasi di Jateng terus berkembang. Proses perizinan kini tak lagi serumit dulu. Pihaknya membuka diri jika ada pengusaha yang mengalami kendala, antara lain masih dijumpai praktik pungli dan lainnya dalam pengurusan izin usaha. Direktur Marifood Harjanto Kusuma Halim mengatakan kedua calon kepala daerah Jateng memiliki visi dan misi yang hampir sama untuk mendorong investasi. ”Kalau saya lihat, platformnya sama, tinggal nanti siapa yang benarbenar menjalankan apa yang diucapkan. Dua-duanya sudah sadar bahwa pejabat adalah pelayan yang harus menjaga investasi di daerahnya,” tandas dia.(*/SM)
Powered by Blogger.