Header Ads


Siswo Laksono Buka KNTI I 2018 Di Kebumen

Siswo Laksono Plt. Inspektorat Provinsi Jawa Tengah membuka KNTI I. Foto:kebumenkab
Kebumen - Siswo Laksono Plt. Inspektorat Provinsi Jawa Tengah mewakili Plt.Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko secara resmi membuka Kolaborasi Nasional Tunas Integritas (KNTI) I tahun 2018 yang berlangsung mulai, Selasa (20/3) hingga Kamis (22/3) 2018 di Hotel Mexolie, Jl. Merak II No.8 Kebumen Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Siswo Laksono membacakan sambutan tertulis Plt.Gubernur mengatakan, integritas menjadi salah satu kunci penting dalam menangkal korupsi yang telah menjadi musuh bersama. Budaya integritas harus menjadi karakter bangsa dan menjadi identitas sumber daya manusia Indonesia.

Persoalan korupsi menjadi pekerjaan rumah dan musuh bersama. Perlawanan terhadap korupsi harus terus digaungkan. "Dalam catatan KPK angka korupsi di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Karena memang ada beberapa pos yang rawan untuk melakukan tindak korupsi seperti di perencanaan anggaran, bantuan keuangan hibah dan bantuan sosial, pajak dan retribusi daerah, pengadaan barang dan jasa serta indikasi jual beli jabatan," jelas Siswo.

Pada tahun 2016 jumlah kegiatan penyelidikan KPK terhadap korupsi mencapai 51, 46 penyidikan, 30 penuntutan dan 42 eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum. Kasus korupsi pada tahun 2017 meningkat dibanding 2016. Tahun 2017 telah dilakukan penyelidikan sebanyak 114 kasus, dan 94 telah dilakukan penuntutan.

Pelaku terbanyak berasal dari kalangan pejabat baik pusat maupun daerah dengan rincian 43 perkara oleh pejabat, 27 perkara melibatkan swasta, 20 perkara oleh DPR atau DPRD, dan sisanya 12 oleh kepala daerah. Dari angka tersebut, 19 perkara diantaranya merupakan operasi tangkap tangan dengan 73 tersangka.

Sementara pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kebumen KH.Yazid Mahfud menyampaikan Kolaborasi Nasional Tunas Integritas I tahun 2018 bertujuan sebagai implementasi hasil Rembuk Integritas Nasional III Tahun 2017 beserta rencana aksi tindak-lanjutnya. Pemberdayaan Core Integrity untuk lebih mengambil peran dalam peningkatan grade budaya integritas dan kolaborasi antar visium pada masing-masing sektor atau pilar yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun peserta yang diundang mengikuti kolaborasi sebanyak 190 undangan terdiri dari Pejabat Kementerian, BUMN, Lembaga non Kementerian, organisasi dan Pemerintah Daerah.(h4r/KE/kebumenkab)
Powered by Blogger.