Header Ads


Petani Sukoharjo Nikmati Panen Raya, Cuaca Tak Menentu Jadi Hambatan Utama

SUKOHARJO - Petani disejumlah wilayah di Sukoharjo menikmati panen padi melimpah. Gabah yang dipanen memiliki kualitas baik. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo belum ditemukan adanya kegagalan panen akibat serangan hama dan bencana alam.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (4/3/2018) mengatakan, sebagian besar petani di Sukoharjo sudah melakukan panen padi Musim Tanam I (MT I). Kualitas panenan dari pemantauan petugas mayoritas berkualitas baik.
Meski demikian disebagian wilayah di Sukoharjo ditemukan kondisi hasil panen padi kurang baik. Penyebabnya karena tanaman padi roboh setelah terkena angin kencang dan terendam banjir. Gabah kemudian terendam air dalam jangka waktu tertentu dan mengakibatkan penurunan kualitas. Meski begitu jumlahnya tidak terlalu banyak karena hanya sebagian kecil saja.
“Secara umum petani Sukoharjo sudah panen padi MT I dengan kualitas baik dan melimpah. Hasil itu mampu memenuhi dan jadi bukti ketahanan pangan Sukoharjo,” ujar Netty Harjianti.
Petugas terus melakukan pemantauan khususnya berkaitan dengan kondisi tanaman padi petani termasuk harga jual gabah. Hal itu dilakukan karena Pemkab Sukoharjo juga ditarget mampu memberi kontribusi besar untuk penyediaan pangan lokal, provinsi dan nasional.
Dari hasil panen padi yang didapat Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo optimis target yang dibebankan terpenuhi. Sebab patokannya sekarang yakkni panen melimpah. Sedangkan berkaitan dengan penurunan harga menjadi masalah sendiri diluar target.
“Terkait harga pemerintah diharapkan turun tangan menyerap gabah hasil panen petani Sukoharjo. Disatu sisi target penyediaan stok pangan terpenuhi disisi lain petani juga tidak dirugikan akibat anjloknya harga gabah,” lanjutnya.
Pada MT I padi dari pemantauan petugas tidak ditemukan kendala berarti khususnya serangan hama. Masalah hanya dihadapi petani berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrim sering turun hujan deras dan angin kencang.
Cuaca yang sulit diprediksi membuat petani selalu cemas terhadap kondisi tanaman padinya. Apabila tanaman roboh maka menyebabkan terjadinya penurunan kualitas. “Stok air melimpah dan diharapkan berpengaruh pada peningkatan hasil panen padi di Sukoharjo,” lanjutnya. (Mam/KR)
Powered by Blogger.