Header Ads


Pansus Revisi Raperda Hari Jadi Kebumen Pesimis

Gedung DPRD Kebumen. Foto:istimewa
KEBUMEN - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kebumen yang bertugas membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Revisi Hari Jadi Kabupaten Kebumen menyatakan pesimis pembahasan raperda tersebut bisa terselesaikan tepat waktu.

"Hari ini sudah menginjak minggu ketiga Maret 2018, sedangkan pembahasan raperda dijadwalkan selesai pada April 2018 mendatang. Namun dengan alotnya pembahasan, kami pesimis perda bisa disahkan sesuai jadwal yaitu April 2018," ungkap Ketua Pansus Raperda Revisi Hari Jadi Kabupaten Kebumen, Miftachul Ulum, di ruang kerjanya, Kamis (22/03/2018).

Kepesimisan tersebut menurut Miftah disebabkan banyaknya pandangan masyarakat yang disampaikan kepada Pansus tentang tanggal yang paling sesuai sebagai hari jadi.

"Namun hal itu justru menyulitkan kami sebagai Pansus karena hampir semuanya menginginkan agar pendapat merekalah yang digunakan untuk penetapan hari jadi," jelas Miftah.

Menurut Miftah hingga minggu ketiga Maret 2018 Pansus masih menjaring aspirasi dari berbagai komponen masyarakat tentang penentuan hari jadi Kabupaten Kebumen yang baru guna menggantikan hari jadi versi Perda Nomor 1 Tahun 1990 yang menetapkan 1 Januari 1936 sebagai hari jadi Kabupaten Kebumen.

Penetapan 1 Januari 1936 sebagai hari jadi tersebut memunculkan polemik ditengah masyarakat Kebumen karena dibuat berdasarkan keputusan Pemerintah Kolonial Belanda yang menyatukan Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Karanganyar menjadi Kabupaten Kebumen.

"Karena itu, sejumlah komponen masyarakat kami undang agar tanggal yang berbau kolonial itu bisa digantikan dengan tanggal yang paling tepat, nasionalis dan bisa diterima oleh semua pihak di Kebumen," ujar Miftah.

Selain mengundang berbagai elemen masyarakat, Pansus Revisi Hari Jadi Kabupaten Kebumen nantinya akan meminta pendapat dari sejumlah ahli sejarah maupun akademisi.

"Saat ini kami memang masih dalam tahap menampung semua pendapat, sedangkan untuk mendapatkan titik temu kami masih sangat kesulitan," jelas Miftah. (Dwi/KR)
Powered by Blogger.