Header Ads


Musim Bubuk Berakhir, Indiustri Bambu Bergeliat

Penjual Bambu. Foto:KR
KEBUMEN - Berakhirnya musim bubuk pada batang bambu di awal Maret 2018 disambut gembira oleh warga masyarakat Kebumen yang bergerak di bidang usaha yang berkaitan dengan bambu, seperti pedagang bambu dan perajin yang berbahan baku bambu.

 "Dengan berakhirnya musim bubuk pada batang bambu ini maka para petani bambu sudah bisa mulai panen bambu lagi dan kami pun bisa mendapatkan pasokan bambu lagi," ujar Bejo, pedagang bambu di Pasar Bambu Desa Kutosari Kecamatan/Kabupaten Kebumen, di tempatnya berjualan, Jumat (02/03/2018).

Di Pasar Bambu Desa Kutosari tersebut ada beberapa pedagang bambu yang rutin memasok bambu untuk pemilik usaha pembuatan karangan bunga serta melayani pembelian bambu untuk berbagai keperluan lainnya. "Selain menjadi bahan pembuat karangan bunga, bambu juga dibutuhkan masyarakat untuk membuat kerangka awal pembangunan gedung, membuat pagar halaman dan masih banyak lagi lainnya," ujar Dulloh, rekan Bejo.

Menurut Dulloh, hampir setiap hari selalu ada warga yang datang ke pasar ini untuk membeli bambu. Karena itu, pasokan bambu dari petani amat dibutuhkan oleh para pedagang bambu di pasar ini agar kebutuhan masyarakat terhadap bambu bisa tercukupi.

"Selama 6 bulan sejak Oktober 2017 lalu pasokan terhenti karena tingginya curah hujan dan datangnya musim bubuk bambu. Selama 6 bulan itu kami hanya menjual bambu stok lama yang kian hari kian menipis jumlahnya. Dengan berakhirnya musim bubuk batang bambu sekarang ini, kami bisa membeli lagi bambu baru dari petani bambu," ujar Dulloh.

Berakhirnya musim bubuk batang bambu juga disambut gembira oleh para perajin anyaman bambu di Desa Rejosari Kecamatan Ambal Kebumen. "Untuk menjaga kualitas sebaiknya bambu untuk kerajinan anyaman bambu adalah bambu yang ditebang di luar musim bubuk bambu," jelas Umiyati, perajin anyaman bambu di Desa Rejosari.(h4r/KR)
Powered by Blogger.