Header Ads


Gandeng Rutan, BPBD Kebumen Latih Warga Binaan Tanggulangi Bencana

Sosialisasi kebencanaan ke Warga Binaan Lapas Kebumen. Foto:BPBDKebumen
KEBUMEN - Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen mendapatkan sosialisasi penanganan Penanggulangan Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Sabtu (24/3/2018).

Sosialisasi yang diikuti oleh semua warga binaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kebumen Drs Eko Widianto. 

Sosialisasi penanganan dan penanggulangan bencana dilaksanakan guna memperkenalkan giat BPBD, dalam penanggulangan bencana kepada warga besar Rutan Kebumen. Hal ini dilaksanakan mengingat wilayah Kebumen merupakan daerah yang rawan bencana.

Dalam kesempatan tersebut Drs Eko Widianto menyampaikan beberapa tahun lalu di sekitar Waduk Sempor terjadi tanah longsor yang menelan korban. Selain itu terdapat pula bencana banjir di hampir seluruh daerah rendah. Akibat banjir persawahan tergenang, yang berdampak pada gagal panen. “Belum lagi wilayah Selatan Laut Jawa menurut BMKG dinyatakan rawan bencana, sebab ada pertemuan dua lempengan eurasia dan Indo-Ausralia yang berpotensi tsunami seperti tragedi Pantai Pangandaran dan gempa Yogyakarta,” tuturnya.

Adanya kepanikan bencana juga pernah dirasakan oleh para warga binaan. Tepatnya 16 Desember 2017 lalu. Saat itu para warga binaan dibuat panik akibat adanya gempa tektonik di wilayah Selatan Jawa sekitar pukul 23.30 WIB. Kepanikan semakin terasa, saat gempa kemudian disusul dengan listrik padam. “Kala itu benar-benar membuat warga binaan panik.

Mereka banyak yang berteriak minta dibukakan pintu kamar. Adanya fenomena itu juga membuat petugas binggung, dengan tindakan apa yang harus dilakukan dalam situasi gempa malam hari dan gelap,” papar Kepala Rutan Kebumen Soetopo Berutu Amd IP SSos MS.

Dalam acara sosialisasi juga dialaksanakan praktik langsung terhadap bagaimana mensiasati gempa dan berlindung dimana semestinya sebelum pintu kamar dibuka. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan dan para petugas lapas.

Beberapa tindakan yang mesti dilaksanakan saat gempa yakni kenali ruangan kamar,bila gempa,cari posisi tembok yang kokoh dan berdiri dengan menempelkan tubuh. Bila posisi tertidur segera berlindung di balik kasur dan geser di pinggir bangunan yang kokoh agar terhindar dari reruntuhan atap kamar.Bila berada dalam ruangan kerja, cari posisi berlindung yang kokoh bisa juga dibawah meja, hindari bangunan yang rapuh.

“Setiap Rutan membuat titik kumpul dan tanda panah petunjuk jalan manakala ada bencana. Itu bisa barupa lapangan atau area terbuka dan segera minta bantuan pengamanan instansi terkait,” kata Eko.

Sosialisasi tersebut disambut dengan gembira dan antusias oleh petugas dan warga binaan. Mereka serius mengikuti dan berinteraksi dengan pertanyaan seputar penanggulangan bencana dan langkah-langkah apa saja yang harus disikapi bila terjadi bencana.

Sosialisasi yang berlangsung selama dua jam itu dirasakan kurang oleh warga binaan dan petugas. Apalagi ada beberapa warga binaan yang tertarik setelah bebas ingin menjadi sukarelawan kemanuasian.(h4r/KE)
Powered by Blogger.