Header Ads


Dinas Perhubungan Sebut Grab Masih Ilegal di Kebumen

Kopdar Grab Kebumen di Sempor - foto:Ay N Da
KEBUMEN - Penarik (Driver) ojek online (Ojol) Grab di Kebumen jumlahnya terus bertambah. Informasi yang berhasil dihimpun di Kabupaten Kebumen hingga pekan pertama Maret ini sudah mencapai 250 orang. Dari jumlah itu terdapat 15 driver perempuan.

Meski jumlahnya sudah cukup banyak dan masyarakat sudah mulai memanfaatkan layanan ojek online, tetapi Pemkab Kebumen masih menganggap keberadaan mereka ilegal. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen, Maskhemi. "Yang jelas Grab di Kebumen belum diakui. Masih ilegal karena belum memiliki ijin beroperasi," kata Maskhemi, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Maskhemi, mengatakan meskinya sebelum beroperasi di Kebumen pihak Grab mengurus perijinannya terlebih dulu di Kebumen. Namun, hingga awal Maret ini proses tersebut belum dilakukan oleh pihak Grab.

"Kami menyadari layanan transportasi berbasis aplikasi itu sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Tetapi paling tidak persyaratannya harus dipenuhi dulu," ujarnya.

Salah satu syarat yang diminta Pemkab Kebumen, kata Maskhemi, yakni pihak Grab harus membuka kantor perwakilan resmi di Kebumen. Hal ini diperlukan untuk memudahkan koordinasi. Selain itu, Grab juga harus merangkul jasa transportasi konvensional yang lebih dulu ada di Kebumen. "Selama ini kami tanya ke mereka (Driver Grab) ngakunya dari Purworejo," ucapnya.

Maskhemi mengaku kaget dengan jumlah drivernya yang telah mencapai ratusan. Pihaknya mengaku kesulitan menertibkan keberadaan Grab di lapangan. Maka dalam waktu dekat, Dishub Kebumen akan melakukan koordinasi dengan Polres Kebumen untuk mengambil langkah-langkah terkait keberadaan ojek online tersebut. "Kami sifatnya hanya melakukan pembinaan. Sebaiknya manajemen Grab segera membuka perwakilan resminya di Kebumen," tegasnya.(h4r/inikebumen.net)
Powered by Blogger.