Header Ads


Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Kemenlu Bantu Pemulangan 45 WNI

Ilustrasi (Foto:doc)
JAKARTA, Kebumenonnews.com - Kementerian Luar Negeri RI berkolaborasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengungkap dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dialami seorang pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah.

Kasus yang sejatinya telah terjadi sejak 2016 itu kemudian dipaparkan oleh pihak Kemlu RI, SBMI, dan ibu kandung IU dalam sebuah konferensi pers bersama di Jakarta, Kamis (8/3/2018). Pemuda itu diketahui berinisial IU (20), diduga menjadi korban TPPO yang dilakukan oleh sebuah sindikat berkedok agen perekrut tenaga kerja Indonesia (TKI) bidang pelayaran.

Awal Mula Kasus bermula ketika IU direkrut di Banyumas pada Juli 2016 oleh sebuah agen sindikat TPPO. Dari Banyumas, IU dibawa ke Jakarta untuk ditampung sementara. Kemudian, lewat sebuah skema rumit, non-prosedural, manipulatif, dan diduga kuat melanggar pidana yang dilakukan oleh sindikat itu, IU kemudian diberangkatkan ke Gabon untuk menjadi anak buah kapal (ABK) nelayan. "Ia bekerja di Gabon sejak November 2016. Setelah tiga bulan di Gabon, IU sudah merasakan sesuatu yang tidak beres setelah menerima berbagai perlakuan buruk," kata Hariyanto, anggota SBMI yang menangani kasus tersebut.

Di sana, IU mengalami kondisi yang memprihatinkan, ia bekerja 20 jam per hari di sebuah kapal nelayan yang hanya berlabuh setiap delapan bulan sekali. Tak hanya itu, IU pun menerima gaji minim dan tidak sesuai kontrak kerja, serta menerima penganiayaan dari rekan-rekannya. Setelah tiga bulan bekerja di Gabon, IU melaporkan kondisi yang ia alami kepada orang tuanya di Banyumas dan minta dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia. "Orang tua IU kemudian melaporkan kepada PJTKI dan calo penyalur tenaga kerja. Namun, oleh kedua pihak itu, orang tua IU dimintai uang sebesar Rp 50 juta untuk biaya proses pembebasan. Karena tidak punya uang, pihak orang tua akhirnya melaporkan kasus itu ke SBMI," jelas Hariyanto Oleh SBMI kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luaar Negeri RI.

Sudah Dibebaskan Setelah melalui proses yang rumit, IU berhasil dibebaskan. "Tepatnya pada 14 Februari 2018, IU berhasil dipulangkan oleh pihak Kemlu RI. Ia sudah di Indonesia, saat ini ditempatkan di rumah aman, dan akan segera diperiksa oleh Satgas Bareskrim TPPO Polri," kata Hariyanto. Ibu IU, yang turut hadir dalam konferensi tersebut mengatakan, "Saya dan keluarga sangan berterima kasih kepada SBMI dan Kemlu RI yang telah membantu anak saya." Sampai hari ini, kasus tersebut baru akan diselidiki oleh pihak Kepolisian RI, ujar Hariyanto dan pihak Kemlu RI. "BAP baru dimulai esok atau lusa. Setelah BAP, penyelidikan resmi berjalan," kata Hariyanto. Otoritas RI pun sejatinya telah mengantongi nama dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus IU tersebut. Namun, demi kepentingan penyelidikan dan asas praduga bersalah, belum akan dibeberkan ke media dan publik.(*/h4r/KR)
Powered by Blogger.