Header Ads


Antisipasi 'Skimming', Berikut Tips Aman dari BI

Foto:Google
Yogjakarta - Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY tengah gencar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tips cara aman bertransaksi non tunai guna menghindari kejahatan perbankan, salah satunya skimming.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir apabila ingin melakukan transaksi non tunai, sebab BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepolisian akan segera menindaklanjuti aduan kejahatan perbankan. "Esensinya, kami ingin memberikan edukasi kepada pemegang kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dalam melakukan transaksi secara aman. Apalagi kini setiap kartu ATM baik kartu debit maupun kredit memiliki Personal Identification Number (PIN) yang tidak bisa dijebol sehingga pergunakan PIN tersebut sebaik-baiknya dan sebagai sesuatu yang rahasia," tutur Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Fitriani di kantornya, Senin (19/3).

Fifin meminta agar nasabah tidak membagikan PIN ATM-nya kepada siapapun dan sering mengganti PIN tersebut secara berkala demi keamanan pengguna. BI DIY belum menerima laporan dari nasabah perbankan di DIY yang terkena kasus skimming tersebut. Tetapi pihaknya memang telah memanggil perbankan yang terkena skimming dan tidak banyak nasabah yang menjadi korban skimming tersebut di DIY.

Aksi kejahatan skimming ini memang sporadis sehingga sulit ditebak korbannya apabila tidak melaporkan. " Jika ada pengaduan nasabah ke perbankan, maka bank itu bisa mendeteksi dengan cepat. Perbankan akan langsung memblokir apabila ada pengaduan nasabah sehingga bisa terlokalisasi dan membekukan rekening nasabah yang berada di tempat tersebut," katanya.

BI DIY mengungkapkan pihaknya telah meminta perbankan sendiri untuk meningkatkan teknologi yang lebih canggih, seperti meminta bank mengalihkan ATM yang menggunakan magnetic strap ke PIN secara bertahap. Skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strap magnetik kartu debit atau kartu kredor secara ilegal yang masuk dalam jenis penipuan menggunakan metode phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti fotokopi atau metode lebih canggih menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor korban kartu kredit/debit korban. "Masyarakat tidak usah khawatir karena BI, OJK, kepolisian selau berkoordimasi erat sehingga apabila muncul dugaan dan pengaduan akan ditindaklanjuti. Jika ada nasabah yang terkena skimming akan diganti perbankan dengan cepat," pungkas Fifin.(h4r/KR)

No comments

Powered by Blogger.